Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Sejarah Dangdut Indonesia

Siapa masyarakat Indonesia yang tidak mengenal lagu dangdut, dari muda sampai tua, miskin sampai kaya, bujang hingga duda, gadis sampai janda, sampai ke yang suka sampai tidak suka disadari atau tidak kita semuanya tau apa dangdut itu. Dangdut telah di citrakan sebagai musik asli Indonesia, sebagai Ikon musik Indonesia sebaiknya kita patut berbangga hati karenanya.

Dangdut is the music of my country, ya itulah sepenggal lirik lagu dari Project Pop yang bercerita tentang musik dangdut. bercerita tentang musik dangdut, maka sudah saatnya kita pelajari juga bagaimana sejarah awal mula musik dangdut itu sendiri. oleh karena itu sesuai judul artikel ini maka berikut inilah seputar sejarah musik dangdut pada awal mulanya. mari yuk kita simak??

Perjalanan musik dangdut ternyata memiliki sejarah panjang, jauh sebelum penamaan musik ini terjadi. Tarik menarik popularitas musik ini antara biduan Indonesia dan Malaysia juga sempat terjadi, meski akhirnya musisi dangdut Tanah Air tampil mendominasi.

Sejarah Dangdut Indonesia
Munif Bahasuan yang dianggap pelopor musik dan maestro dangdut tanah air, mengaku tidak tahu darimana istilah itu berasal. Sebab, ungkapnya, pada 1940-an sudah banyak musik yang lahir berbau dangdut, tetapi belum dinamakan musik dangdut., Munif menyebut lagu Kudaku Lari, yang dilantunkan A Harris pada 1953, sebagai satu di antara lagu pelopor irama yang kelak disebut dangdut ini. Alasannya, lagu itu telah memberanikan diri memasukkan suara gendang ala India pada orkes yang semula hanya memakai gitar, harmonium, bas dan mandolin.

Pada 1950-an, selain ada A Harris, juga ada nama-nama penyanyi dangdut lain, seperti Emma Gangga, Hasnah Thahar, dan Juhana Satar. Tapi, kemudian datang masa ketika supremasi terhadap lagu-lagu berirama Melayu direbut negeri jiran Malaysia.

Popularitas P Ramlee, biduan Malaysia yang mengaku keturunan Aceh, memindahkan kiblat musik Melayu ke negeri itu. Melalui tembang Engkau Laksana Bulan dan Azizah, P Ramlee berjaya tak tersaingi. Apalagi setelah itu ia juga membintangi beberapa film layar lebar. Popularitasnya di Indonesia pun makin subur. Semua yang berbau Ramlee menjadi tren.

Tapi, pada 1960-an, muncullah Said Effendi, yang berhasil mengembalikan supremasi irama Melayu dari Malaysia ke Indonesia. Lewat lagu Bahtera Laju, Said Effendi menempatkan diri sebagai pelantun irama Melayu nomor wahid negeri ini. Ia menyingkirkan popularitas P Ramlee.

Said Effendi memiliki lagu-lagu populer yang diciptakannya sendiri, seperti Bahtera Laju, Timang-timang, dan Fatwa Pujangga, serta lagu karya orang lain, misalnya Semalam di Malaysia (Syaiful Bahri) dan Diambang Sore (Ismail Marzuki).

Ketenaran Said Effendi makin tak tertahan, ketika ia muncul dengan lagu Seroja karya Husein Bawafie. Sukses Seroja menarik minat sutradara Nawi Ismail untuk menokohkan Said Effendi ke dalam film dengan judul yang sama. Setelah itu, sutradara Asrul Sani pun menarik Said Effendi untuk membuat film Titian Serambut Dibelah Tujuh.

demikianlah sekilas sejarah dangdut, semoga bermanfaat dan menjadikan sobat semakin suka dengan musik dangdut.. hehee.. goyyyaaaangg mang..??? uhuy.. :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar